Kamis, 08 April 2010

buku bahasa inggris

CHAPTER 1
TENSES

Pengantar
Tenses adalah perubahan bentuk kata kerja dalam kalimat yang berhubungan dengan waktu (saat Kejadian). Dalam bahasa Inggris secara lengkap terdapat 16 macam tenses namun yang sering digunakan hanya 12 macam tenses.

Pola kalimat
Present Past Future
Simple V1 (s/es) atau do/does V2 atau did +V1 will + V1
Continuous Is/am/are +Ving was/were +Ving will be +Ving
Perfect have/has + V3 Had + V3 will have + V3
Perfect Continuous have/has been +Ving had been +Ving will have been +Ving

1. Simple Present Tense
a. Untuk menyatakan kebenaran umum
Contoh: 1. The earth goes around the sun.
2. Dogs are animals
b. Untuk menyatakan kebiasaan
Contoh: 1. Tom usually plays football on Sunday
2. Febri often studies English in the canteen
c. Dalam komentar radio, bahasa drama dan sejenisnya
Contoh: When lisa is reading a novel, the phone rings, she picks up and listens quietly. . .

Keterangan waktu
• every morning/day/week, month/year
• once, twice, three times, four times,. . .
• occasionally, now and then, on and off, nowadays, habitually, frequently
• always, usually, sometimes, often, seldom, never, ever

Catatan: es digunakan pada kata yang berakhiran X, s, o, ch, sh, y
Box : boxes, glass : glasses, bush : bushes, teach : teaches, cry : cries
Play : plays Karena sebelum akhiran y terdapat huruf vokal.

2. Present Continuous Tense
a. Untuk menyatakan peristiwa yang sedang berlangsung pada saat sekarang. Kata keterangan waktu yang digunakan untuk menyatakan peristiwa yang sedang berlangsung pada saat sekarang antara lain adalah : now, right now, at this moment (pada saat ini), at present pada saat ini), look!, listen!, watch!, dst.
Contoh : 1. They are learning English at this moment.
2. Listen! Herman is paying a guitar.

b. Untuk menyatakan peristiwa yang sedang berlangsung dalam bentangan waktu yang meliputi saat sekarang. Kata keterangan waktu yang biasa digunakan adalah : today, this week, this month, this season, this year, dst.
Contoh : 1. We are working hard today.
2. Tommy is not playing football this season.

c. Untuk menyatakan kebiasaan yang bersifat sementara.
Contoh : 1. I am living in America at the moment.
2. We are studying Indonesian history this semester.

d. Untuk menyatakan situasi-situasi yang berubah
Contoh : 1. The population of the world is rising very fast.
2. Is his health getting better ?

Ada beberapa kata kerja yang tidak bisa digunakan dalam bentuk present continuous tense walaupun peristiwanya sedang berlangsung pada saat sekarang. Kata kerja ini antara lain adalah : want, need, prefer, like, see, hear, know, remember, forget, suppose, understand, believe, realize, belong, hate, dan seem.
Contoh : 1. I want ice cream now.
Bukan : I am waiting ice cream now.
2. She needs our help at this moment.
Bukan : She is needing our help at this moment.

Keterangan waktu
Now, at the moment, this afternoon, this evening, right now, today
Kata kerja seperti: Look!, Listen!, Watch! Notice! (imperative)

3. Present Perfect Tense
Kata keterngan waktu yang sering digunakan dalam tense ini adalah : just (baru saja), already (sudah), lately (akhir-akhir ini), recently (akhir-akhir ini), ever, never, hardly, so far (hingga kini), up to know/up to the present (hingga sekarang), since (sejak), for (selama), ever the last few years (pada beberapa tahun belakangan ini), this month, this year, dst.

a. Untuk menyatakan peristiwa yang terjadi pada waktu yang lampau tetapi masih ada hubungan dengan saat ini.
Contoh : 1. They have worked hard to archieve their ambition.
2. She has been sick for a week.

b. Untuk menyatakan perbuatan yang telah selesai dikerjakan bila tidak disertai keterangan waktu.
Contoh : 1. The student have done their home work
2. Anton has read the novel.

c. Untuk menyatakan peristiwa yang pernah dilakukan dan masih mungkin akan dilakukan lagi pada waktu yabg akan datang.
Contoh : 1. He has written a lot of short stories.
2. I have visited Jakarta twice.

4. Present Perfect Continuous Tense
a. untuk menyatakan peristiwa yang dimulai pada waktu yang lampau dan masih terus berlangsung hingga saat sekarang.
Contoh : 1. It has been raining for three hours.
2. How long have you been studying English?

b. Untuk menyatakan peristiwa yang dimulai pada waktu yang lampau dan baru saja berakhir pada saat berbicara.
Contoh : 1. The boys have been waiting here since seven o’clock for you.
2. What have you been doing? Your clothes are so dirty.

Kata keterangan waktu yang sering digunakan dalam present perfect continuous tense sama dengan kata keterangan waktu yang digunakan dalam present pefect tense.

5. Simple Past Tense
Simple past tense digunakan untuk menyatakan peristiwa yang terjadi pada waktu lampau. Kata keterangan yang sering digunakan adalah : ago, last, yesterday, the order day (beberapa hari lalu), the day before (kemarin dulu), dan sub-clause bentuk past seperti when I was young.

a. Untuk menyatakan suatu kegiatan yang terjadi pada waktu tertentu dimasa lampau
Contoh : 1. Ani and Rudi were absent yesterday.
2. The thief stole the camera three days ago.

b. Untuk menyatakan suatu kebiasaan dimasa lampau
Contoh: 1. He always carried umbrella last season.
2. They came to Indonesia each year.

6. Past Continuous Tense
Kata keterangan waktu yang sering digunakna adalah : all day yesterday, at six o’clock last Monday, when/while/as yang diikuti clause bentuk lampau seperti when I meet him.

a. Untuk menyatakan peristiwa yang sedang berlangsung pada waktu yang lampau.
Contoh : 1. Jim was sleeping all day yesterday.
2. What were yau doing at seven last Sunday?

b. Untuk menyatakan dua peristiwa yang terjadi secara bersamaan di waktu yang lampau.
Contoh : 1. Father was reading a book while we were listening to the music.
2. As you were playing football, mother was cooking in the kitchen.

7. Past Perfect Tense
Kata keterangan waktu yang sering digunakan pada tense ini adalah : when/before yang diikuti clause bentuk lampau, misalnya : when I arrived, before you went out dan setelah after apabila clause yang lainnya dalam bentuk past (lampau).

a. Untuk menyatakan peristiwa yang terjadi sebelum terjadinya peristiwa yang lain pada waktu waktu yang lampau.
Contoh : 1. Tommy had already gone home when I arrived.
2. I had finished my homework before I went to the theatre.

b. Untuk menyatakan perbuatan/peristiwa yang sudah berlangsung sejak dahulu dan dilanjutkan hingga saat tertentu atau baru saja berakhi semua terjadi di waktu lampau.
Contoh : 1. She had worked for two hours when you visited her
2. They had waited there since seven o’clock when the singer came.

8. Past Perfect Continuous Tense
Past Perfect Continuous Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa yang telah berlangsung selama beberapa waktu tertentu sebelum terjadi peristiwa yang lain di waktu yang lampau.
Contoh : 1. The man had been smoking for 10 years when he finally gave it up.
2. The boys had been waiting there since nine o’clock when the bus arrived.

Kata keterangan waktu yang sering digunkan pada tenses ini sama dengan kata keterangn waktu past perfect tense.

9. Simple Future Tense
Simple Future Tense digunakna untuk menyatakan peristiwa yang akan terjadi/ diharapkan terjadi di waktu akan datang. Kata keterangan wakti yang sering digunakan adalah : seen (segera), tomorrow, next (yang akan datang), tonight (nanti malam), in a week/month/year, dst.

Contoh : 1. The president will some to our village next month
2. She will not come to the party tonight

10. Future Continuous Tense
a. Untuk menyatakan peristiwa yang akan sedang berlangsung pada waktu tertentu di waktu yang akan datang.
Contoh : 1. I will be playing tennis at four o’clock.
2. What will you be doing this time next week?

b. Untuk menyatakan peristiwa yang sedang berlangsung ketika peristiwa yang lain terjadi di waktu yang akan datang.
Contoh : 1. The family will be watching TV when you visit them.
2. We will be picking fruit when she comes tomorrow

Kata keterangan waktu yang sering digunakan pada tenses ini adalah : at five o’clock tomorrow, all morning next Sunday, at this next week, dan when yang diikuti clause bentuk present (that contoh: b no. 1 dan 2. di atas)
When + clause (present)

11. Future Perfect Tense
a. Untuk menyatakan peristiwa yang telahterjadi sebelum terjadinya peristiwa yang lain di waktu yang akan datang.
Contoh : 1. The mechanis will have repaired the car before the race start.
2. They will have reached the peak when the sun sets.

b. Untuk menyatakan peristiwa yang sudah berlangsung selama periode waktu tertentu pada saat atau sebelum peristiwa yang lain terjadi di waktu yang akan datang.
Contoh : 1. He will have repaired the car for five days when we come back.
2. She will have studies English for two years before she joins the club.

Kata keterangan waktu yang sering digunakan pada tenses ini adalah : by (menjelang), next week/month/year atau by the end of …. (menjelang akhir), when/before yang diikuti clause bentuk present.

12. Future Perfect Continuous Tense
Tenses ini digunakan untuk menyatakan peristiwa yang sudah berlangsung selama periode waktu tertentu sebelum terjadinya peristiwa yang lain di waktu yang akan datang. Perbedaan Future Perfect Continous dengan Future Perfect Tense hanya terletak pada penekanan peristiwa. Future Perfect Tense menekankan pada selesai/atau lengkapnya peristiwa, sedangkan Future Perfect Tense menekankan pada lama berlangsungnya peristiwa.
Contoh : 1. He will have been doing military duty for a year when he goes home next month.
2. They will have been working for two hours when you most them at eight.

Kata keterangan waktu yang sering digunakan pada tenses ini sama dengan kata keterangan waktu pada Future Perfect Tense tetapi ditambah dengan keterangan waktu..



CHAPTER 2
PASSIVE VOICE

Passive Voice adalah kalimat yang berbentuk passive atau suatu pekerjan yang dilakakan oleh pelaku yang berada pada objek.
Pola dasar Passive Voice adalah: To be + V3
Yang dimaksud dengan to be adalah: am, is, are, was, were, be, been, being.

Passive Voice dapat dikategorikan secara umum menjadi:
a. Passive Voice bentuk simple
Rumus: To be + V3
Contoh: 1. Present
A : He cleans the room
P : The room is cleaned by him.

2. Past
A : He cleaned the room.
P : The room was cleaned by him.

3. Future
A : He will clean the room
P : The room will be cleaned by him.

b. Passive Voice bentuk Progressive (continuous)
Rumus : to be + being + V3
Contoh: 1. Present
A : He is cleaning the room
P : The room is being cleaned by him.

2. Past
A : He was cleaning the room
P : The room was being cleaned by him.

3. Future
A : He will be clean the room
P : The room will be being cleaned by him.

c. Passive Voice bentuk Perfect
Rumus : Has/have/had + been + V3
Contoh : 1. Present
A : He has cleaned the room
P : The room has been cleaned by him.

2. Past
A : He had cleaned the room
P : The room had been cleaned by him.

3. Future
A : He will have cleaned the room
P : The room will have been cleaned by him.

d. Passive Voice yang menggunakan interpersonal it
Interpersonal it digunakan untuk membuat kalimat pasif dari kalimat aktif yang subyeknya adalah : people, everyone, everybody dan diikuti oleh ‘that clause’.
Contoh: 1. A : People say that we have made much progress.
P : it is said that we have made much progress.
2. A : Everyone believed that there was no life in the moon.
P : It was said that there was no life in the moon.

1. Bentuk Gerund yang mengandung arti pasif
Bentuk Gerund sesudah kata kerja need, want, dan require mengandung arti pasif.
Contoh : 1. A : The garden needs watering.
P : The garden needs to be watered.
2. A : The pens require refilling.
P : The pens require to be refilled.

e. Passive voice bentuk pertanyaan (question)
1. Yes/No Question
Rumus : Tidak punya modal : To be + subject + V3
Punya modal : Modal + subject + be + V3

Contoh : A : Does he write an article?
P : Is an article written by him?

A : Can he write an article?
P : Can an article be written by him?

2. Question Words (WH-Question)
Contoh : A : When does he write an article?
P : When Is an article written by him?

A : Who writes an article?
P : By whom is an article written?
P : Whom is an article written by?

Exercise
Ubahlah kalimat berikut ke dalam bentuk pasif!
1. Ana didn’t do the work again.
2. Ria will be visiting Lutfi.
3. Alfi had climbed the mountain.
4. Is Khuril calling Febri?
5. When did Yuka play football?
6. Who brought the bag?
7. Whom has she visited?
8. Ika will be able to write a letter?
9. People Claim that Indonesia is a developing country.
10. My cat eats the fish.



CHAPTER 3
ARTICLE
(kata-kata sandang)

Ada dua macam Articles:
f. Indefinite Articles (kata sandang tak tertentu)
1. a/an : digunakan untuk menunjukkan sesuatu benda atau seorang yang tidak/belum tertentu.
Examples : a dog is an animal
a boxer is an athlete
2. Indefinite Articles juga digunakan dengan kata benda pelengkap, termasuk kata benda yang menunjukkan nama jabatan/pekerjaan.
Examples : He is a good boy
Ali is an arthlete
3. a dipakai di depan bunyi mati atau huruf mati sedang an dipakai di depan bunyi hidup atau huruf hidup.
A box an apple
A blackboard an orange
Hati-hati: a union an umbrella,
a house an hour
4. a/an tidak boleh digunakan untuk kata benda yang tak dapat dihitung (uncountable nouns).
Salah : a water a sugar
some dapat digunakan didepan kata benda yang tak dapat dihitung untuk menunjukkan arti sedikit.
Examples: Some sugar, some tea, some milk
5. kata benda yang dapat dihitung (countable nouns) yang berbentuk jamak(plural) dapat diberi some didepannya untuk menunjukkan arti beberapa. Tanda jamak biasanya berupa tambahan huruf s/es pada akhir kata benda.
Examples: a book : some books
a table : some tables


g. Definite Articles (kata sandang tertentu)
2. the digunakan antara lain:
a. Di depan kata benda yang sebelumnya telah disebutkan/ditentukan oleh sebuah keterangan atau anak kalimat.
Examples: The is a man in the class, Is the man a teacher?
The son of my teacher is a doctor.
b. Di depan nama-nama laut, sungai, pegunungan, kepulauan, dan nama-nama dalam bentuk jamak.
Examples : the Atlantic Ocean
the Nederland
c. Di depan benda-benda alam.
Examples : the moon, the sun, the stars
3. the dibunyikan :
a. (dze) jika berhadapan/diikuti dengan huruf mati atau bunyi mati.
b. (dzi) jika berhadapan/diikuti dengan bunyi hidup atau huruf hidup.

Note: Untuk menaruh kata sandang, a, an, dan some kiranya penting untuk mengetahui apakah kata benda itu dapat dihitung ataukah tidak, dan berbentuk tunggal ataukah jamak

Exercise : Fill in with: a, an, some or the
1. Is it ………..watch?
2. This is the plate, and that is………….apple.
3. The are……………books on the table.
4. My mother is……………nurse.
5. There are…………….boy in the yard.
6. the sun is far from …………earth.
7. ……….glass of milk.
8. ……….banana.
9. The is a postman here. ……….postman is his brother.
10. Is his father ……….farmer?

CHAPTER 4
SUBJUNCTIVE

Subjunctive secara bahasa adalah angan-angan, kalimat yang digunakan untuk menyatakan atau mengungkapkan kejadian, keinginan atau kenyataan yang bertentangan dengan apa yang sesungguhnya terjadi.
Subjunctive yang digunakan adalah : wish (ingin), if only (jika, hanya jika) would rather (lebih suka) : untuk menyatakan seatu keinginan dan as if/as though (seolah-olah) untuk menyatakan sifat atau keadaan yang tidak benar adanya.

Bentuk Subjunctive
Nama dan rumus Contoh Fakta
a. Present Subjunctive
S + wish/wishes + S2 + V2
S + wish/wishes + S2 + were

I wish she went to Malang
She wishes she were here
I doesn’t go to Malang
She isn’t here
b. Past Subjunctive
S + wish/wished + S2 + had + V3
S + wish/wished + S2 + had been

I wish she had gone to Malang
She wished she had been here
I didn’t go to Malang
She wasn’t here

Examples:
1. He wishes I went to the meeting. (faktanya: I don’t go to the meeting)
2. If only they were my friends. (faktanya: they aren’t my friends)
3. I would rather you gave me a book. (faktanya: you don’t give me a book)
4. He behaved as if he had been the teacher. (faktanya: he wasn’t the teacher)

Note :
1. tobe pada Present Subjunctive memakai were.
2. wish pada Past Subjunctive boleh memakai V1 atau V2.
3. Fakta adalah berlawanan dengan kalimat Subjunctive.

Exercise :
a. Tulislah bentuk kata kerja yang benar dari kata-kata yang ada dalam kurung!

1. He wishes Jono (be) at the meeting now.
2. He wishes the teacher (be) on time at the lesson yesterday.
3. Ana talked to me as though I (be) a small boy.
4. Jojon wished that he (have) a motorcycle.
5. The students wish the (can answer) the examination.

b. Tuliskanlah fakta dari kalimat Subjunctive berikut ini!

1. The little girl wishes she could open the window.
Fakta: ………
2. The doctor wishes he checked the patients now.
Fakta: ………
3. Tom and Jerry wish they had enough time to play together.
Fakta: ………
4. Gunawan wishes Santi had loved him.
Fakta: ………
5. Roni wishes he hwd been in Bali this morning.
Fakta: ………

CHAPTER 5
CONDITIONAL SENTENCES

Conditional sentences merupakan bentuk kalimat pengandaian dengan kata jika/apabila, yang umumnya dinyatakan dengan kata if. Conditional sentences terdiri dari dua clausa yaitu main clause and sub/if clause. Susunan main clause dapat berada di depan dan dapat juga terletak dibelakang.
Ciri-ciri:
a. Terdapat main clause dan if clause.
b. Main clause selalu ada modal sedangkan if clause terdiri dari simple present, simple past atau past perfect.
c. Ada tiga type dari Conditional sentences.
d. Pada type kedua, tobe yang digunakan hanya were.
e. Fakta berlawanan dengan Conditional sentences, untuk tipe 1 memakai may, tipe 2 memakai simple present, dan tipe 3 memakai Simple Past.

Tipe-tipe Conditional sentences

Type Main Clause If Clause Fakta
Type 1
Future
Simple Future Tense
Example:
They will visit you If + Simple Present
Example:
If you meet them
They may visit you, you may meet them.
Type 2
Present
Simple Past Future Tense
Example:
They will visit you If + Simple Past
Example:
If you meet them
They don’t visit you, you don’t meet them.
Type 3
Past
Past Future Perfect Tense
Example:
They will visit you If + Past Perfect
Example:
If you meet them
They didn’t visit you, you didn’t meet them.

Conditional sentences tanpa If
If clause pada Conditional sentences tidak harus dimulai dengan if. Kata-kata yang mempunyai makna setara adalah: ‘on condition that’(dengan syarat bahwa), ‘provided that’ (asalkan) dan ‘unless’ (kecuali jika).
Contoh : We shall go if we have enough money.
We shall go on condition that we have enough money.
We shall go provided that we have enough money.
We shall not go unless we have enough money.

Inversi Conditional sentences
Inverse adalah susun balik dan hanya digunakan untuk tipe 2 pada nominal sentence dan tipe 3.
Contoh : 1. If she were good condition, she could do the homework.
Were she good condition, she could do the homework.

2. If she had been good condition, she could have done the homework.
Had she been good condition, she could have done the homework.



CHAPTER 6
WH- QUESTION

Di dalam bahasa Inggris, pertanyaan yang menggunakan kata anya seperti : What, When, Where, Why, and How, sering disebut ‘WH-Question’.Pertanyaan ini dibuat selangkah lebih maju daripada yes/no question. Perhatikan contoh-contoh berikut :

Mother always cooks rice every day
Does mother always cook rice every day?
What does mother always cook - every day?
What does mother always do every day?

The soldiers are marching along the street.
Are the soldiers marching along the street?
Where are the soldiers marching?
What are the soldiers doing?

You saw ten students in class yesterday.
Did you see ten students in class yesterday?
When did you see ten students in class?
Where did you see ten students - yesterday?

Notes:
Apabila yang ditanyakan adalah subject atau bagian subject suatu kalimat, kata Bantu ‘do’, ‘does’, ‘did’ tidak dipergunakan.

Example : Mary came here yesterday.
Who came here yesterday?
Ten student climbed the mountain.
How many students climbed the mountains?

CHAPTER 7
PRONOUN

Ringkasan Teori
A. Demonstrative Pronoun

Singular Plural
This These
That Those

Contoh : 1. This is my pen and that is your pen.
2. These are my books and those are your books.
3. This pen is expensive as that it yours.

Penjelasan :
Demonstrative pronoun tidak langsung diikuti benda karena memang berfungsi untuk menggantikan suatu benda. Dalam contoh 3, ‘this’ pada ‘this pen’ bukan demonstrative pronoun melainkan demonstrative adjective karena langsung diiikuti oleh benda.

B. Personal Pronoun
Subject Object Possessive Reflexive
Dependent Independent
He him his his himself
She her her hers herself
It it its itself
I me my mine myself
We us our ours ourselves
They them their theirs themselves
You you your yours Yourselves
yourself


Example : a. Subject Pronoun
1. I am in third ye row.
2. he has been sick for a week.

b. Object Pronoun
1. Herman gave me a book yesterday.
2. I asked him to play a guitar.

c. Dependent Possesive Pronoun
1. I have read my book.
2. He has done his homework.

d. Independent Possesive Pronoun
1. This bicycle is mine.
2. The book on the table is his.

e. Reflexive Pronoun (untuk menyatakan diri sendiri)
1. I spoke to myself.
Saya berbicara kepada diri saya sendiri (bukan dengan orang lain).

5. I myself bought the watch.
Saya sendiri yang membeli jam itu (tidak dibelikan).
= 1. I bought the watch my self.
3. I bought myself a watch.
Saya membeli jam untuk saya sendiri (bukan untuk orang lain).
6. I sat there myself.
Saya duduk di sana sendiri (tidak ditemani).

C. Indefinite Pronoun
Everyone/everybody = setiap orang
Someone/somebody = seseorang ( + )
Anyone/anybody = seseorang ( - ), ( ? )
One = orang atau menggantikan benda tertentu
Each other = saling (untuk dua orang)
One another = saling (untuk lebih dua orang)
Other (s) = yang lainnya
The other (s) = yang lainnya (untuk orang/benda yang sudah tertentu)
No one = tak seorangpun
None = tak stupun
Nothing = tak sesuatupun (benda)
Something (+) = sesuatu
Anything (-) = sesuatu
Everything = segalanya
All = semua
Each = masing-masing, tiap-tiap
Either = satu atau yang lainnya (diantara dua)
Neither = tak satupun (di antara dua)

CHAPTER 8
CAUSATIVE VERBS

Ringkasan Teori
Causative ‘have’ atau ‘get’ adalah penggunaan ‘have’ dan ‘get’ dalam pola tertentu yang berarti menyuruh/menghimbau agar orang lain melakukan sesuatu.

1. Obyek aktif (obyeknya melakukan pekerjaan)

Pola 1 :

Contoh : 1. I have Rudi paint the door.
(saya menyuruh Rudi mengecat pintu itu).
2. Irfan has Budi fry thr egg.
(Irfan menyuruh Budi menggoreng telor itu).

Kata kerja sesudah obyek tidak mengalami perubahan apabila ‘have’ diubah menjadi bentuk past atau future.
Contoh : I have Rudi paint the room.
Had
will have
have had


Pola 2 :

Contoh : 1. The students get the teacher to explain the lesson again.
(Murid-murid meminta guru menerangkan kembali pelajaran itu).

B. Susan gets me to sing the song.
(Susan meminta /menyuruh saya menyanyikan lagu itu).
Kata kerja sesudah obyek tidak mengalami perubahan walaupun ‘get’ diubah ke dalam bentuk-bentuk past atau future.
Contoh : Susan gets me to sing the song
got
will get
has got
had got

C. Obyek pasif (obyeknya dikenai pekerjaan)

Pola :



Contoh : 1. I have the door painted
Atau: I get the door painted

2. Toni has his hair cut
Atau: Toni gets his hair cut

Kata kerja sesudah object tidak mengalami perubahan walaupun ‘have’ dan ‘get’ diubah dalam bentuk past atau future.
Contoh : 1. I have the door painted
Had
will have

2. Toni gets his hair cut
Had
will have

CHAPTER 9
ELLIPTIC SENTENCES

Kalimat Eliptik adalah kalimat yang dibentuk edngan cara menghilangkan beberapa bagian kalimat yang memiliki kesamaan tanpa mengubah makna aslinya. Kalimat dapat dibentuk dengan beberapa cara, antara lain :

A. Menggunakan ‘Too’ dan ‘So’.
So dan Too digunakan untuk menggabungkan dua kalimat positif.
Contoh : 1. He is talking a course in Franch. She is talking a course in Farnch
= He is talking a course in Franch, and she is too
and so is she

2. I wull have an exam tomorrow. She will have an exam tomorrow.
= I will have an exam tomorrow, and she will to.
and so will she

3. They like reading novels. We like reading novels.
= They like novels, and we do tooo.
And so do we.
Catatan :
- Kalimat Eliptik dibentuk dengan to be (am, is, are, dsb) apabila kalimat yang digabungkan memiliki to be (contoh 1)
- Kalimat eliptik dibentuk dengan modal (will, can , might, dsb) apabila kalimat yang digabung memiliki Modal (contoh 2)
- Kalimat Eliptik dibentuk dengan do/does/did apabila kalimat yang digabungkan tidak memiliki to be atau modal (contoh 3).

B. Penggunaan ‘Either’ dan ‘Neither’
Either dan Neither digunakan untuk menggabungkan dua kalimat yang negative.
Contoh 1. He is not taking an English course. She is not taking an English course.
= He is not taking English course,and she is not either.
And neither is she.

2. Ali can not play the guitar. Doni can not play the guitar.
= Ali can ot play the guitar, and Dewi can not either.
And neither can not Dewi

C. Penggunaan ‘But’
But digunakan untuk menggabungkan dua kalimat yang berlawanan.
Contoh : 1. He wasn’t very busy yesterday, I was very busy yesterday
= He wasn’t very busy yesterday, but I was.

D. Penggunaan ‘Both’……’And’ (keduanya)
Contoh : I eat apple. I ate the grape
= I eat both the apple and the grape.

CHAPTER 10
QUESTION TAG

Ringkasan Teori
Question tag adalah pertanyaan yang diletakkan pada akhir kalimat yang dimaksudkan untuk menegaskan pertanyaan yang disebutkan sebelumnya.

A. Prinsip-prinsip umum yang berlaku pada question tag
1. Pernyataan positif mengguakan negative tag dan pertanyaan negative menggunakan positif tag
Contoh : - You are not late, are you?
- You are late, aren’t you?
Kalimat yang memiliki adverb of frequency yang mengandung arti negative : barely, hardly, never, rarely, seldom dan scarcely dianggap negative sehingga question tagnya harus dalam bentuk positif.
Contoh : - You are never late, are you?

2. Subyek pada question tag selalu dalam bentuk pronoun
Contoh : - These sentences are correctly constructed, aren’t they?
- Your brother is a doctor, isn’t he?

B Bentuk-bentuk Question tag
1. Queston tag yang menggunakan to be
To be (am,is,are,was,were) digunakan pada question tag apabila kalimat pernyataannya memiliki to be.
Contoh : - The student are studying English, aren’t they?
- Bakri’s mother was a singer, wasn’t she?
To be ‘am’ (positif) dalam question tag diubah menjadi ‘aren’t’.
Contoh : - I am year classmate, aren’t I?

2. Question tag yang menggunakan modal
Modal (can,may,must,will,dst) digunakan pada question tag apabila kalimatnya memiliki modal.
Contoh : - They cannot solve the problem, can they?
- She has finished her work, hasn’t she?

3. Question tag yang menggunakan do, doe, did
Do, does, atau did digunakan pada question tag apabila kalimat pertanyaannya tidak memiliki to be atau modal.
Contoh : - She always goes to school on foot, doesn’t she?
- They don’t want to help us, do they?
‘Have’ yang berfungsi sebagai kata kerja penuh (full verb) menggunakan do, does, atau did.
Contoh : - You have to study hard, didn’t you?

4. Question tag dari kalimat imperative.
Positive future digunakan pada question tag uang berasal dari kalimat imperative (kalimat perintah)
Contoh : - Stop the car, will you?
- Don’t stop the car, will you?
- Be always on time, will you?

C. Qustion tag dalam kalimat yang terdiri dari dua clause
Question tag dalam kalimat yang terdiri dari sub clause pada umumnya dibentuk dari induk kalimatnya, tetapi apabila anak kalimat dianggap sebagai bagian yang dipentingkan, question tag dapat dibentuk dari anak kalimatnya.
Contoh : 1. Dari induk kalimatnya :
- He said that he was very busy yesterday, didn’t he?
- The room which they are decorating is large, isn’t it?
2. Dari anak kalimatnya :
- He said you were ill yesterday, weren’t you?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar