Kamis, 28 Mei 2009

I do very love you so much!!!

Amik yang terkenal nakal dan suka usil tetapi pendiam adalah siswa kelas iii ipa i dikota yang terkenal dengan getuk pisangnya. Dikelasnya, amik hanya memiliki lima teman saja yaitu: firdaus, imin, jaim, bambang, dan ananto.
Satu kelas dengan amik seorang cewek berjilbab, namanya frida dia adalah anak terpandai dikelasnya. Amik sebenarnya naksir berat ke frida. Tetapi selalu diredam sehingga ia tidak berani untuk mengungkapkan rasa cintanya itu ke frida. Karena dia menganggap frida adalah tipe cewek berwibawa, pendiam dan tidak seka guyon. Amik yang ngebet pengin berpacaran dengan frida bingung tujuh keliling memikirkan caranya.
"Min, aku punya problem besar nih!"
"Apa Mik, tumben kamu problem"
"Serius dikit dong"
"Apa problemmu?" tanya imin agak serius.
"Aku naksir seseorang"
"Ha, berita apa lagi nih"
"Ya aku naksir cewek" amik mengulangi ucapannya lagi.
"Siapa yang kamu incar?" tanya firdaus.
"Frida"
"Apa ……!!!!!, Frida " ulang temen-temenya amik hampir serempak.
“Iya emangnya kenapa”
“Banyak cowok yang mental menghadapi dia, apalagi kamu yang hanya bermodal dengkul” kelakar teman-temannya.
“Aku lagi serius nih” bentaak amik. Teman-temannya diam seketika.
“Gampang caranya” seru bambang.
“Ajak dia ke kafe, kamu ungkapkan perasaanmu, beres kan” usul abror.
“Semprul kamu ror”
“Pinjam aja buku ke Frida lalu selipin surat cinta kamu” usul muhaimin.
“Pintar juga otak kamu sekarang min, dulu-dulunya kamu yang sering telmi, hahaha.” Puji amik.
-------
Setelah bel pulang berbunyi, amik mendekati frida untuk pinjam buku fisika. Malamnya amik bingung membuat surat cintanya. Baru pagi-pagi benartomi bisa menulis surat itu.
Pagi-pagi benar tomi sudah ada di kelas, didalam kelas baru ada ani, nadia, ida dan bambang. Beberapa menit kemudian frida berjalan memasuki kelas.
“Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikum salam” jawab semua anak yang ada di dalam kelas dengan serempak.
“Frida, ku kembalikan buku kamu dan thanks berat ya” ujar amik agak kikuk.
“Thanks juga ya,” jawab frida sambil tersenyum. Frida lalu duduk di kursinya sambil membuka buku kimia yang akan di pelajarinya pada jam pertama.
Pada jam pertama pak heru berhalangan hadir, anak-anak bergembira mendengar berita itu. Wati yang terlihat semakin gembrot mendekati frida untuk pinjam buku fisika.
Wati membuka buku fisikanya frida dan tersentak akget melihat ada surat merah jambu diselipkan di sela-sela buku tersebut. Ia semakin penasaran dengan surat itu, lalu di sobeknya amplop surat itu dan di cari pengirimnya “Amik”, “Amik anak usil itu” pikir wati “Akan ku kerjain dia”
“Teman-teman, wait a minute, ada berita heboh nih” wati teriak di depan kelas yang membuat teman-temannya berhenti dari kegaduhan seperti pasar ayam.
“Berita apa, kok kelihatannya serius” Tanya anita dari samping kanan.
“Aku menemukan surat merah jambu yang diselipkan di buku fisikanya frida yang berisi surat cinta”
Frida tersentak kaget, ia memohon kepada wati untuk segera mengembalikannya surat tersebut. Tetapi di cegah teman-temannya. Sedang amik yang sejak tapi bercanda gurau dengan ganknya kaget bukan main melihat suratnya di bawa oleh wati.
“Surat dari mana?” Tanya yuwan dengan santai.
“Entar dulu, surat ini masih gress, baru ku buka, dengerin baik-baik isi suratnya.”
“Buat frida yang paling ku cintai, sebenarnya aku minta maaf atas kelancanganku ini, sebenarnya aku malu ngirimin surat ke kamu tapi aku tak dapat menahan gejolak di hati ini, lewat surat ini aku curhat ke kamu that i do very love you so much…..” Mendengar kalimat itu seisi kelas meledak tertawanya, mereka tertawa terbahak-bahak kecuali amik yang sejak tadi bengong dan kebakaran jenggot.
“Duh goblok amat nih anak” komentar joni dari pojok belakang. Amik geram sehingga menginjak kaki joni dengan keras.
“Wat, kayak apa sih cowok itu, aku jadi penasaran?” Tanya neni.
“Kayak orang” statement itu di sambut dengan gerrrrrrrr lagi.
“Jadi dia belum menjadi orang atau barangkali bukan orang” tebak nia.
“Udah wat, kasihan dia, jangan kau teruskan.” Pinta frida.
“Nggak bisa frid, dia sudah biasa usil ke saya yang mungkin bahasa inggrisnya dapat telur, hahahhhaa”
“Tapi banyak yang usil ke kamu” sela ida
“”Itu orang yang memberi julukan ke aku dengan julukan kingkong””jadi tak salah lagi pasti amik pengirimnya” terka robert dengan tertawa terkekeh-kekeh sehingga gigi bolongnya terlihat.
“Wat, ku peringatkan, kamu stop itu, awas kamu”
“Biarin saja”
“Jangan di teruskan wat” pinta frida lagi sambil menangis.
“Jangan memelas frid, ingat kejadian dulu ketika wati merengek-rengek memintacintaku, ingat itu, permisi semua” amik bergegas keluar menuju kantin.
“Tunggu dulu amik, teriak wati.
“Iya, nanti semuanya habis pulang ke sekolah ku undang ke rumah, rumahku di jalan jaksa agung suprapto no. 45 di ingat ya”
“OK, kita semua akan datang” tantang wati.
Amik bergegas ke kantin, ia duduk di pojok selatan, bebrapa saat kemudian frida menyusul.
“Amik, maafkan aku atas keteledoranku tidak memeriksa buku yang baru kau pinjam”
“Tidak Frid, aku yang seharusnya minta maaf, aku memang salah”
“Udah kamu tidak salah mik, hal seperti itu biasa dialami oleh cowok dan cewek, tentang surat itu aku terima cintamu, aku hargai keterusteranganmu”
“Kau terima, mengapa secepat itu kau bisa memutuskan?”
“Sebenarnya aku sudah kenal kamu sejak di smp yang lalu”
“SMP” tanya amik heran.
“Iya waktu kamu ikut olimpiade matematika di jakarta, dan kamu juara ke dua sedangkan aku yang juga ikut tak dapat apa-apa, lalu kita sering telpon dan catching bersama sampai sekarang”
“Jadi, jadi kamu ini adalah nurida yang mengaku dari sidoarjo itu”
“Iya dulu aku tidak berjilbab, dan sekarang untuk menguji cintamu waktu di internet aku menyamar, tentang nurida itu nama samaranku” jelas frida panjang lebar.
“Baiklah sekarang, maafkanlah aku frid, mulai sekarang aku akan tunjukkan siapa jati diri ku yang sebenarnya”
“Ngomong-ngomong berapa nilai bahasa inggris kamu” tanya frida lagi.
“Sembilan, selalu dapat sembilan”
“Frid, terima kasih atas cintamu selama ini, meskipun aku mencoba untuk mencintai frida alias nurida ini, hehehe” itulah akhir kalimat yang terucap dari mulut amik untuk mengakhiri cerita pendek ini.


Bendungan Waru Turi
14 januari 2004

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar